Tips
Biar Baterai Mobil Listrik Awet: 5 Kebiasaan Sepele yang Berpengaruh Besar
Baterai adalah komponen termahal di mobil listrikmu. Lima kebiasaan sederhana ini yang paling menentukan umurnya.
Mengganti baterai traction bisa menelan biaya sebesar sebagian harga mobilnya. Kabar baiknya: umur baterai modern sebagian besar ditentukan kebiasaan harian, bukan nasib. Lima kebiasaan di bawah ini yang paling berpengaruh menurut panduan pabrikan.
1. Harian cukup 20–80 persen
Baterai lithium paling nyaman di tengah. Isi sampai 100 persen hanya saat benar-benar butuh jarak penuh — misalnya sebelum perjalanan jauh — dan segera pakai, jangan didiamkan berhari-hari dalam keadaan penuh.
2. Jangan biasakan sampai 0 persen
Sama seperti kepenuhan, kekosongan total membuat sel stres. Atur pengingat di 20 persen dan anggap itu sebagai "bensin habis"-mu yang baru.
3. Panas adalah musuh utama
Parkir di tempat teduh sebisa mungkin, dan kalau mobilmu punya pra-kondisi baterai (battery pre-conditioning), nyalakan sebelum fast charging di siang terik. Di Indonesia yang panas sepanjang tahun, poin ini lebih penting daripada di negara empat musim.
4. DC cepat untuk kebutuhan, AC untuk harian
Pengisian DC sesekali tidak masalah — mobil dirancang untuk itu. Tapi menjadikannya satu-satunya cara mengisi setiap hari mempercepat degradasi. Ritme ideal kebanyakan pemilik: AC di rumah, DC di perjalanan jauh.
5. Servis berkala tetap wajib
Mobil listrik memang minim ganti oli, tapi sistem pendingin baterai, rem, dan perangkat lunaknya tetap butuh pemeriksaan. Ikuti jadwal bengkel resmi supaya garansi bateraimu tetap berlaku — syarat garansi tiap merek berbeda, baca bukunya.
Sumber
Angka dan fakta di artikel ini dikutip dari halaman berikut. Membuka tautannya adalah cara tercepat memeriksa apakah datanya masih berlaku.