Sekali isi: berapa lama, dan habis berapa?
Pilih kendaraannya, tentukan mau diisi dari berapa persen ke berapa persen, lalu sebutkan daya stasiun dan tarifnya. Hasilnya berubah seketika, dan tautannya bisa dibagikan lengkap dengan angka yang kamu pakai.
Mengisi 60% baterai berarti memasukkan 49,5 kWh, memakan waktu 1 jam 2 menit – 1 jam 35 menit, dan menghabiskan Rp 127.246.
Lama mengisi 1 jam 2 menit – 1 jam 35 menit rentang, bukan satu angka
Biaya sekali isi Rp 127.246 Rp 2.569 per kWh yang benar-benar masuk
Masuk ke baterai 49,5 kWh dibayar 51,6 kWh
Setara jarak tempuh ± 390 km menurut klaim pabrik
- Katalog belum mencatat daya pengisian maksimum kendaraan ini, jadi hitungan di atas menganggap seluruh daya stasiun benar-benar diterima. Kalau batas kendaraannya lebih rendah, waktunya lebih lama.
- Angka waktunya rentang, bukan satu angka: daya yang benar-benar mengalir bergantung pada kurva pengisian tiap kendaraan, suhu baterai, dan berapa kendaraan lain yang berbagi stasiun yang sama.
- Yang dibayar lebih besar daripada yang masuk ke baterai: sebagian energi jadi panas. Hitungan ini memakai efisiensi 96% untuk pengisian DC, dan itu perkiraan — tidak ada angkanya di katalog.
Yang tidak dihitung di sini
- Lama pengisian selalu berupa rentang, dan itu disengaja. Daya papan nama stasiun jarang mengalir utuh: kurva pengisian tiap kendaraan berbeda, baterai yang dingin atau terlalu panas mengisi lebih lambat, dan satu stasiun yang dipakai dua mobil sekaligus membagi dayanya.
- Kapasitas baterai di katalog adalah angka kotor. Sebagian tidak pernah dipakai demi umur sel, jadi “0%” di layar mobil bukan baterai yang benar-benar kosong.
- Setara jarak tempuh diturunkan dari klaim pabrik (WLTP/NEDC). Di jalan sebenarnya hampir selalu lebih pendek — lebih pendek lagi di tol, saat hujan, atau dengan AC menyala penuh.
- Tarif SPKLU berbeda tiap operator dan bisa punya biaya layanan atau tarif parkir sendiri yang tidak ikut terhitung di sini. Angka bawaannya perkiraan; ganti dengan yang benar-benar tertera.