Sekali isi: berapa lama, dan habis berapa?

Pilih kendaraannya, tentukan mau diisi dari berapa persen ke berapa persen, lalu sebutkan daya stasiun dan tarifnya. Hasilnya berubah seketika, dan tautannya bisa dibagikan lengkap dengan angka yang kamu pakai.

Memilih kendaraan mengisi kapasitas baterainya. Angkanya tetap bisa diubah.

Bawaannya berhenti di 80% karena di situlah pengisian DC mulai menukik — alasan yang sama kenapa klaim pabrik hampir selalu berbunyi “10–80%”.

Mengisi 60% baterai berarti memasukkan 45 kWh, memakan waktu 23 menit – 36 menit, dan menghabiskan ¥84.38.

Lama mengisi 23 menit – 36 menit rentang, bukan satu angka
Biaya sekali isi ¥84.38 ¥1.88 per kWh yang benar-benar masuk
Masuk ke baterai 45 kWh dibayar 46,9 kWh
Setara jarak tempuh ± 306 km menurut klaim pabrik

Contoh yang sudah dihitung

Contoh jadi: mengisi 20–80% di DC fast charger 120 kW dengan tarif ¥1,80/kWh. Angkanya dari fungsi yang sama dengan formulir di atas — pilih kendaraannya untuk menghitung ulang.

Kendaraan Masuk Waktu Biaya
Xiaomi SU7 43,8 kWh 23 menit – 35 menit ¥82.13
XPeng P7+ 44,9 kWh 23 menit – 36 menit ¥84.26
BYD Seal 49,5 kWh 26 menit – 40 menit ¥92.81

Yang sering ditanyakan soal ngecas

Mengapa lama mengisi berupa rentang, bukan satu angka?

Karena daya DC menukik melewati 80% dan berubah menurut suhu baterai serta berapa mobil berbagi tiang. Satu angka berarti kepastian palsu.

Per kWh atau per menit?

Kebanyakan operator menagih per kWh; sebagian mengenakan biaya layanan dan biaya idle bila tetap tercolok setelah penuh. Aplikasinya selalu menampilkan ketentuannya sebelum mencolok.

Apa itu biaya idle?

Denda karena tetap tercolok setelah pengisian selesai — pindahkan mobil saat aplikasi menyatakan penuh.

Benarkah cas rumahan jauh lebih murah?

Ya — rata-rata nasional ¥0,60 per kWh berbanding ¥1,00–1,80 di cas cepat umum. Baterai 73 kWh penuh sekitar ¥44 di rumah, ¥73–131 di jalan.

Yang tidak dihitung di sini

Lanjutkan